Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Waspada Bakteri Salmonella, Dinkes Tulungagung Temukan Kinder Joy di Swalayan

by Editor
13 April 2022 | 13:24
Reading Time: 2 mins read
0
Waspada Bakteri Salmonella, Dinkes Tulungagung Temukan Kinder Joy di Swalayan
Petugas sedang menunjukkan produk kinder joy yang masih beredar di swalayan Tulungagung, (13/4).

Tulungagung, Jurnalmataraman.com, Meski BPOM telah memerintahkan untuk menghetikan sementara peredaran jajanan kinder joy, ternyata di Tulungagung masih didapati swalayan yang menjual makanan kinder joy. Oleh karena itu, Dinkes Tulungagung meminta untuk menarik kinder joy dari etalase swalayan, hingga hasil laboratorium keluar dan dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat, (13/4).

Kasi Kefarmasian, Dinkes Tulungagung, Masduki membenarkan bahwa pihaknya masih menemukan swalayan di Tulungagung yang menjual produk jajanan kinder joy. Meski pihaknya mengecek produk kinder joy tersebut terdaftar di Indonesia, namun sesuai perintah BPOM, bahwa kinder joy harus ditarik sementara waktu.

“Yang kami temukan produk kinder joy yang berasal dari India. Sementara yang ditemukan bakteri salmonella adalah kinder joy yang berasal dari Belgia,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta pengelola swalayan menarik produk kinder joy, sembari menunggu hasil uji laboratorium.

“Kami tidak mau mengambil resiko. Maka dari itu, kami meminta pengelola swalayan untuk menarik produk kinder joy, hingga keluar hasil lab yang menunjukan bahwa produk kinder joy tersebut tidak mengandung bakteri salmonella,” paparnya.

Sementara itu, Pengelola Swalayan, Elly Purwaningsih mengungkapkan, bahwa sudah menarik produk kinder joy dari etalase swalayan. Dia juga mengatakan bahwa stok kinder joy yang dimiliknya tidak banyak.

“Yang tersiswa hanya di etalase yakni sebanyak 3 dus kinder joy yang berjumlah sekitar 36 buah,” ungkapnya.

Elly menambahkan, akan mengikuti saran dari Dinkes Tulungagung untuk menarik produk kinder joy dari swalayan, hingga keluar hasil uji lab. Selain itu, dia mengaku belum pernah mendapatkan pemberitahuan dari sales kinder joy, terkait hal tersebut.

Perlu diketahui, hingga kini beberapa negara sudah melaporkan adanya kasus bakteri salmonella yang ada dalam kandungan produk kinder joy. Maka dari itu, BPOM meminta untuk menghentikan peredaran produk kinder joy di Indonesia. Selain Indonesia, adapula negara yang juga menghentikan peredaran produk kinder joy yakni, Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, Jerman, Belanda, Swedia, Norwegia hingga Sungapura. (mj/ham)

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Plt. Bupati Nganjuk Kembangkan Sektor Peternakan Melalui Bimtek Pengembangan Ternak

Plt. Bupati Nganjuk Kembangkan Sektor Peternakan Melalui Bimtek Pengembangan Ternak

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .