Blitar, Jurnalmataraman.com – Kondisi jalan di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, kian memprihatinkan. Jalur yang menjadi alternatif pengendara dari Blitar menuju Kediri itu mengalami kerusakan cukup parah, sehingga kerap memicu kecelakaan tunggal dan memperlambat aktivitas masyarakat sekitar.
Berdasarkan penuturan warga, kerusakan berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan yang memadai. Akibatnya, warga setempat meluapkan protes mereka dengan memasang berbagai tulisan pada bekas karung hingga lempengan seng yang ditancapkan di sepanjang ruas jalan tersebut. Aksi itu merupakan bentuk desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan maupun pembangunan kembali infrastruktur jalan yang mereka gunakan sehari-hari.
Salah satu warga, Roful Anwari, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama lima tahun terakhir. Tak hanya membahayakan pengendara, kondisi jalan yang ambles dan berlubang juga berdampak pada rumah-rumah warga.
“Kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak lima tahun terakhir. Bahkan banyak rumah warga yang retak pada bagian dindingnya,” ujarnya.

Warga menduga kerusakan semakin parah akibat tonase kendaraan yang melintas melebihi batas standar. Selain itu, sejumlah pengguna jalan yang melaju dengan kecepatan tinggi menimbulkan getaran kuat, yang turut memicu retakan pada dinding rumah di sekitar jalur tersebut.
Masyarakat Desa Candirejo berharap pemerintah daerah segera melakukan tindakan konkret. Mereka menilai kondisi aspal semakin memburuk dan sulit dilalui, sehingga membahayakan keselamatan dan menghambat aktivitas warga.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah perbaikan yang dilakukan warga mengaku siap kembali menggelar aksi protes lanjutan sebagai upaya mendesak pemerintah agar segera menangani kerusakan jalan tersebut.
( Editor : Ryan dan Wahyu Adi )



