Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home BLITAR

Pria Blitar Sulap Kotoran Ternak Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi Tinggi

by Moch. Asrofi
15 November 2025 | 13:42
Reading Time: 2 mins read
0
Pria Blitar Sulap Kotoran Ternak Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi Tinggi

Blitar, Jurnalmataraman.com – Seorang warga Kabupaten Blitar berhasil memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi. Selain murah dan ramah lingkungan, pupuk organik buatannya dinilai mampu menjadi solusi atas kelangkaan pupuk bersubsidi yang kerap dikeluhkan para petani.

Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, Kuswanto, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, mengolah limbah kotoran kambing dan puyuh miliknya menjadi pupuk organik yang kini banyak diminati masyarakat. Proses pengolahannya dilakukan dengan cara sederhana, namun tetap memperhatikan standar agar pupuk yang dihasilkan berkualitas.

Sebelum diolah, limbah kotoran ternak terlebih dahulu dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari untuk mengurangi kadar air dan menghilangkan bau tidak sedap. Setelah benar-benar kering, kotoran kambing dan puyuh dicampur, kemudian digiling hingga halus dan siap digunakan untuk kebutuhan pemupukan. Menurutnya, teknik pengeringan dan pencampuran ini harus dilakukan dengan benar agar kualitas pupuk tetap terjaga.

Kuswanto menuturkan telah memproduksi pupuk organik sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, pupuk tersebut dibuat hanya untuk kebutuhan pribadi. Namun seiring waktu, banyak warga yang memesan karena pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan, murah, dapat meningkatkan kualitas tanah, dan mampu mendongkrak produktivitas tanaman.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, Kuswanto dibantu dua orang pekerja. Dalam sehari, ia mampu memproduksi lebih dari satu ton pupuk organik, yang dijual dengan harga Rp20 ribu per sak berisi 25 kilogram.

Penggunaan pupuk organik dinilai semakin penting di tengah kelangkaan pupuk subsidi dan mahalnya harga pupuk nonsubsidi. Selain lebih terjangkau, pupuk organik juga dinilai dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat.

( Editor : Nadine & Wahyu Adi )

Bagikan di Media Sosial
Tags: BlitarheadlineKOTORANTERNAKJADIPUPUKBLITARMENGOLAHLIMBAHKOTORANPUPUKORGANIKWARGABLITAR
ShareTweetShare
Next Post
Bus Harapan Jaya Senggol Motor  di Tulungagung, Satu Orang Meninggal Dunia

Bus Harapan Jaya Senggol Motor di Tulungagung, Satu Orang Meninggal Dunia

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .