Kediri, jurnalmataraman.com – Ketekunan dan kreativitas menjadi kunci sukses bagi Sri Ayuni, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Kota Kediri. Di tangannya, bawang tunggal atau biasa disebut bawang lanang menjadi peluang usaha yang menjanjikan, bahkan mampu menembus pasar luar daerah.
Bawang lanang merupakan varietas bawang putih yang hanya memiliki satu siung besar dalam setiap umbinya. Dibandingkan bawang putih biasa, bawang ini memiliki aroma dan cita rasa lebih kuat, serta dipercaya mengandung senyawa aktif seperti allicin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Sri Ayuni menuturkan, usaha ini berawal saat pandemi COVID-19 melanda. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap bahan herbal dan alami, ia memutuskan menekuni bisnis bawang lanang. Proses pengolahannya dilakukan dengan cermat — bawang pilihan dipanaskan selama sekitar 12 hari sebelum dikirim kepada pelanggan.
“Awalnya saya hanya coba-coba untuk konsumsi sendiri, tapi ternyata banyak yang tertarik karena manfaatnya. Dari situ, saya mulai produksi lebih banyak,” ujar Sri Ayuni.
Kini, hasil usahanya tak hanya dipasarkan di wilayah Kediri, tetapi juga telah menyuplai bawang lanang serta bawang hitam ke sejumlah rumah sakit di Bogor dan Jakarta. Selain itu, ia juga memasarkan produk kemasan yang dititipkan di beberapa swalayan di Kota Kediri.
Untuk harga, bawang lanang dibanderol Rp85 ribu per 2 ons atau sekitar Rp425 ribu per kilogram, sedangkan bawang hitam dijual Rp25 ribu per seperempat kilogram. Dalam sebulan, penjualan Sri bisa mencapai 50 hingga 60 kilogram berbagai jenis bawang olahan.
Editor : ( Dimas & Wahyu Adi )



