Blitar, jurnalmataraman.com – Aktivitas perawatan kuku dan tanduk sapi di Pasar Dimoro, Kota Blitar, menarik perhatian banyak orang. Layaknya salon kecantikan untuk manusia, perawatan bagi ternak sapi ini dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan nilai jual hewan.
Nur Rohman, pria paruh baya berusia 58 tahun, dengan terampil memotong dan membersihkan setiap sela kuku sapi yang datang kepadanya. Tidak hanya kuku, tak jarang para peternak juga meminta Nur Rohman untuk membersihkan tanduk sapi mereka agar tetap sehat dan rapi.
Proses perawatan dimulai dengan memotong kuku sapi satu per satu menggunakan gergaji kecil, kemudian dirapikan dengan sabit. Setelah itu, kuku sapi dibersihkan dan dihaluskan menggunakan kikir agar tidak tajam dan nyaman bagi sapi.
Sementara untuk perawatan tanduk, kotoran dan tulang yang mengganggu akan dirapikan menggunakan sabit, lalu dihaluskan dengan kikir agar tidak melukai sapi atau sapi lainnya. Dalam sehari, Nur Rohman rata-rata merawat delapan ekor sapi, jumlah ini meningkat saat hari pasar ternak berlangsung.
Untuk jasa perawatan kuku satu ekor sapi, Nur Rohman mematok tarif Rp 40.000. Jika pelanggan menginginkan paket lengkap dengan pembersihan tanduk, tarif yang dikenakan sebesar Rp 50.000 per ekor sapi.
Nur Rohman menjelaskan, “Setiap ekor sapi rata-rata memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk perawatan. Setelah mendapatkan perawatan salon ini, harga jual sapi biasanya meningkat karena tampak lebih bersih dan sehat.”
Perawatan unik ini menjadi salah satu cara peternak menjaga kesehatan sapi sekaligus meningkatkan nilai ekonomis ternak mereka di Pasar Dimoro, Kota Blitar.
(editor : Trias M.A)



