Kediri, jurnalmataraman.com– Puluhan anak-anak ini rela berebut dan saling dorong di Masjid Al Wakaf Kelurahan Jamsaren Kota Kediri Minggu malam (15/9). Mereka saling dorong untuk memperebutkan uang yang dilempar oleh takmir masjid. Tradisi yang dimulai selepas sholat Isya ini, selain melempar uang koin 100, 500, dan 1000. Seiring berjalannya waktu juga ada yang melempar uang pecahan 5000, 10.000 dan 20.000.
Menurut Muhammad Zubaidi Ansori Takmir Masjid Al Wakaf mengatakan kegiatan lempar uang ini sendiri merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, tradisi lempar uang ini sendiri dilakukan untuk menarik anak-anak agar mau beribadah ke masjid. Sehingga dengan begitu suasana masjid akan terus ramai oleh anak muda yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa.
“Kegiatan seperti ini selalu diadakan setiap tahunnya oleh Takmir Masjid, dan kegiatan ini juga bertujuan agar anak-anak muda lebih sering ke Masjid dan mengikuti kegiatan apabila ada kegiatan di Masjid karena ini adalah hal yang positif,” ujar Muh Zubaidi Ansori, Takmir Masjid.
Sementara itu Muhammad Zidni, Anak Jamsaren mengatakan bahwa sudah pernah mengikuti kegiatan lempar uang dalam 1 tahun selama 2 kali. Sebelum tradisi lempar uang ini dilakukan para warga dan takmir masjid juga menggelar pengajian dan shalawat bersama.
“Saya mengikuti kegiatan lempar uang ini sudah dua kali dalam satu tahun dan hasil yang saya dapatkan saya tabung,” pungkas Muhammad Zidni, Anak Warga Jamsaren.
Penulis : Beny Kurniawan
Editor : Zahirra



