Trenggalek,jurnalmataraman.com – Era digital menuntut para pelaku usaha untuk terus berinovasi. Merespons hal tersebut, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, mulai meninggalkan cara promosi konvensional dan beralih merambah pemasaran berbasis digital.
Langkah adaptif ini diwujudkan melalui pelatihan digital marketing yang digelar pada Jumat (17/7). Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga tampak serius dan antusias menyimak materi yang disampaikan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Pelatihan ini merupakan bagian dari program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) yang tengah diimplementasikan di Desa Karanganom.
Tidak sekadar dijejali dengan teori, para peserta juga diajak untuk melakukan praktik secara langsung. Mereka dibekali keterampilan teknis seperti cara memotret produk agar tampak lebih estetik, merekam video promosi yang menarik, hingga strategi jitu memanfaatkan media sosial guna mendongkrak penjualan.
Salah satu peserta, Wiwin, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan dan pengetahuan baru yang selama ini belum pernah didapatkan selama merintis usahanya. “Perkembangan teknologi menuntut kita sebagai pelaku usaha untuk terus belajar agar tidak tertinggal. Kita harus mampu bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini serba online,” ungkap Wiwin.
Ia juga merasa sangat terbantu dengan sesi praktik langsung menggunakan gawai, karena memberikan pengalaman nyata yang bisa langsung diterapkan untuk keperluan promosi produknya. Sementara itu, Mahasiswa UM BBM di Karanganom, Akmalu Syauqy, menjelaskan bahwa pelatihan ini memang dirancang khusus untuk memfasilitasi produk-produk UMKM lokal agar mampu menembus jangkauan pasar yang lebih luas.
“Pemasaran digital saat ini menjadi salah satu kunci penting agar pelaku UMKM dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka di pasaran,” jelas Syauqy. Lebih lanjut, Syauqy berharap bimbingan teknis (bimtek) ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Ilmu yang telah dibagikan diharapkan dapat terus diterapkan secara konsisten oleh para pelaku UMKM, sehingga mampu memberikan dampak nyata dan signifikan bagi pengembangan roda perekonomian masyarakat Desa Karanganom.
(Editor : Afif/Farid)




