Trenggalek, jurnalmataraman.com – Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri akhirnya berhasil menembus titik rumah warga yang tertimpa longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Pencarian terhadap enam warga yang dilaporkan masih hilang terus dilakukan dengan upaya maksimal.
Sejak kejadian tanah longsor yang menutup akses utama menuju lokasi, delapan titik longsor telah berhasil dibuka dengan bantuan alat berat. Hal ini memungkinkan tim gabungan untuk mencapai titik utama lokasi longsor yang diduga menjadi tempat tertimbunnya para korban.
Meski demikian, upaya pencarian di titik utama harus dilakukan secara manual karena kondisi medan yang menyulitkan alat berat untuk beroperasi. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyatakan bahwa pencarian akan dilanjutkan dengan mengerahkan dua unit anjing pelacak milik Polres Trenggalek.
“Besok petugas akan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan fokus pada pencarian enam warga yang hilang di titik utama longsor. Sedangkan tim kedua akan melanjutkan pembersihan material longsor yang masih menutup akses jalan,” ungkap AKBP Ridwan Maliki saat ditemui di lokasi, Selasa (21/5).
Operasi pencarian korban ini menjadi prioritas utama tim SAR gabungan, mengingat cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko longsor susulan. Koordinasi lintas instansi dan keterlibatan anjing pelacak diharapkan dapat mempercepat penemuan para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih dalam status siaga, dan seluruh personel diimbau tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



