Trenggalek, jurnalmataraman.com – Sejumlah siswa SD Negeri 4 Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, terpaksa melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di salah satu rumah warga, setelah akses menuju sekolah mereka tertutup material longsor.
Sebanyak lima siswa mengikuti ujian di sebuah rumah milik warga yang dipilih karena letaknya strategis dan mudah dijangkau dari tempat tinggal para siswa. Pelaksanaan ujian di rumah warga ini dimulai sejak Selasa (20/5), hanya satu hari setelah bencana longsor terjadi.
“Pemilihan lokasi ini untuk memastikan anak-anak tetap bisa mengikuti ujian dengan aman dan nyaman,” kata Hamdan Fauzi, guru SD Negeri 4 Depok.
Sementara itu, 17 siswa lainnya tetap mengikuti ujian di gedung SD Negeri 4 Depok karena lokasi rumah mereka tidak terdampak longsor. Ujian akhir dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (23/5) mendatang.
Salah satu siswi yang mengikuti ujian di rumah warga, Citra, mengaku senang tetap bisa mengikuti ujian meskipun dalam kondisi darurat. “Saya senang masih bisa ujian meskipun tidak di sekolah,” ujarnya. Sebelumnya, bencana longsor melanda Desa Depok, Kecamatan Bendungan, pada Senin sore (19/5). Longsor ini menyebabkan tiga rumah rata dengan tanah dan sepuluh rumah lainnya mengalami kerusakan. Selain itu, satu balita dan lima orang dewasa dinyatakan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban di antara timbunan material longsor
( Editor : Ryan & Trias M.A )



