Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Termakan Isu Sekolah Tutup, SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat Dua Siswa Baru

by Agus Bondan
13 Juli 2026 | 12:11
Reading Time: 2 mins read
0
Termakan Isu Sekolah Tutup, SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat Dua Siswa Baru

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Pelaksanaa Sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 menyisakan cerita memprihatinkan di SD Negeri 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Sekolah ini tercatat hanya menerima dua orang siswa baru untuk kelas 1. Secara keseluruhan, total peserta didik dari kelas satu hingga kelas enam di sekolah tersebut kini hanya berjumlah 16 siswa.

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariah, mengungkapkan bahwa minimnya pendaftar ini salah satunya dipicu oleh isu tidak benar yang beredar luas di masyarakat. Selama bertahun-tahun, muncul desas-desus yang menyebutkan bahwa SDN 2 Plandaan sudah tutup atau tidak beroperasi lagi. “Setelah kami telusuri, ternyata masih ada warga yang memercayai kabar bahwa sekolah kami sudah tutup. Padahal, sekolah masih sangat aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar setiap hari,” tegas Siti Komariah.

Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam. Siti menjelaskan, para guru telah berupaya keras menjaring calon siswa sejak tiga hingga empat bulan sebelum masa seleksi penerimaan murid baru dibuka. Sosialisasi gencar dilakukan ke sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) hingga turun langsung mendatangi rumah warga secara door to door. Namun sayangnya, dari beberapa wali murid yang sempat menyatakan minat, hanya dua orang yang akhirnya resmi mendaftar.

Untuk menarik minat sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, para guru di SDN 2 Plandaan mengambil inisiatif mandiri. Pihak sekolah menggratiskan fasilitas perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, dan buku. Bahkan, siswa dari keluarga kurang mampu juga diberikan uang saku dan bantuan kebutuhan harian.

Siti menekankan, seluruh biaya bantuan tersebut murni berasal dari uang iuran dan infak sukarela para guru, bukan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pihak sekolah berkomitmen, meski jumlah siswa sangat sedikit, kegiatan pembelajaran akan tetap berjalan normal sesuai kurikulum dengan layanan pendidikan yang maksimal.

( Editor : Afif / Farid )

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita tulungagungheadlineinfo tulungagungSDN 2 PlandaanTulungagung
ShareTweetShare
Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .