Trenggalek, jurnalmataraman.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek terus mengintensifkan vaksinasi untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali menyerang hewan ternak sejak akhir 2025.
Berdasarkan data Disnakkan, puluhan ekor sapi dilaporkan terinfeksi PMK sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas melakukan pengobatan dengan pemberian disinfektan serta vitamin terhadap ternak yang sakit. Sementara itu, upaya pencegahan dilakukan melalui vaksinasi massal dan pemberian vitamin pada sapi serta kambing yang masih sehat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh Ririn Hari Setiani, mengatakan Trenggalek mendapat alokasi sebanyak 12 ribu dosis vaksin PMK. Untuk mempercepat pelaksanaan, sebanyak tujuh tim vaksinator diterjunkan dan dijadwalkan bekerja selama 40 hari ke depan, setiap Senin hingga Jumat.
“Target kami seluruh stok vaksin tahap pertama dapat tersalurkan pada Februari hingga Maret 2026,” ujarnya.
Selain itu, pada akhir Maret 2026 Trenggalek dijadwalkan kembali menerima dropping vaksin PMK tahap kedua. Namun, jumlah dosis yang akan diterima masih menunggu kepastian dari pemerintah provinsi.
Ririn berharap para peternak bersedia memvaksin hewan ternaknya. Menurutnya, penolakan dari pemilik ternak masih menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi PMK di lapangan.
Kasus PMK pertama kali ditemukan pada Desember 2025 di Desa Siki, Kecamatan Dongko. Saat itu tercatat tujuh ekor sapi milik lima peternak terinfeksi PMK, dan satu ekor sapi anakan atau pedhet dilaporkan mati akibat penyakit tersebut.
Memasuki Januari 2026, penyebaran PMK kembali meluas. Disnakkan mencatat terdapat 22 kasus baru yang seluruhnya menyerang sapi potong di sejumlah wilayah. Rinciannya, satu kasus kembali muncul di Desa Siki dan kini telah sembuh. Di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, sebanyak 11 ekor sapi masih dalam proses penyembuhan. Sementara di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, terdapat 10 ekor sapi yang juga masih menjalani tahap pemulihan.
(Editor : Saldi)



