Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Tekan Kasus DBD, Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Jombang Sulap Botol Bekas Jadi Perangkap Nyamuk Larvavitrap

by redaksi jurnal mataraman
16 Mei 2026 | 11:36
Reading Time: 2 mins read
0
Tekan Kasus DBD, Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Jombang Sulap Botol Bekas Jadi Perangkap Nyamuk Larvavitrap

Jombang, jurnalmataraman.com – Berbagai cara dilakukan untuk mengantisipasi sebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Ilmu Kesehatan asal Surabaya yang tengah menjalani program pengabdian masyarakat di Kabupaten Jombang. Mereka melakukan aksi pemberantasan nyamuk dengan cara kreatif, yakni menyulap botol plastik bekas menjadi alat perangkap nyamuk efektif.

Aksi ramah lingkungan ini dipusatkan di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada Sabtu (16/5) siang. Alat penjebak nyamuk sederhana namun berdaya guna tinggi ini mereka beri nama Larvavitrap.

Proses pembuatan Larvavitrap terbilang sangat mudah dan ekonomis. Botol plastik bekas dipotong menjadi dua bagian. Bagian bawah botol kemudian dilapisi dengan plastik berwarna hitam, sementara bagian atas botol dipasang secara terbalik sebagai penutup. Botol tersebut kemudian diisi air secukupnya dan diletakkan di sudut-sudut rumah yang rawan menjadi sarang nyamuk.

Ahmad Algaza Ramadani, salah seorang mahasiswa Ilmu Kesehatan, menjelaskan bahwa penggunaan plastik hitam berfungsi untuk menarik perhatian nyamuk agar masuk dan bertelur di dalam botol. “Ketika nyamuk sudah bertelur di dalam alat ini, airnya harus segera dibuang agar telur tersebut mati dan tidak menetas menjadi jentik baru. Metode ini sangat murah, ramah lingkungan, dan efektif mengurangi penggunaan pestisida kimia di dalam rumah,” ujar Ahmad. Ia menambahkan, metode tradisional ini sebenarnya pernah digunakan oleh generasi terdahulu, namun kini mulai ditinggalkan. Melalui momentum pengabdian masyarakat inilah, mereka ingin menghidupkan kembali kearifan lokal tersebut.

Langkah solutif dari para mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakid, mengakui bahwa wilayahnya selama ini termasuk daerah endemis nyamuk. “Kami terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Kehadiran para mahasiswa dengan program Larvavitrap ini tentu menjadi salah satu solusi segar bagi warga kami untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah,” tutur Nur Wakid.

Selain membagikan puluhan alat perangkap nyamuk siap pakai secara gratis, para mahasiswa juga aktif menggelar sosialisasi dari rumah ke rumah. Mereka mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat guna memutus mata rantai penularan DBD.

(Editor : Saldi / Dundi )

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita jombangcegah DBDheadlineinfo jombangkota jombang
ShareTweetShare
Next Post
Wadahi Kreativitas Pelajar, Disdik Kabupaten Kediri Jaring Seniman Muda Lewat FLS3N 2026

Wadahi Kreativitas Pelajar, Disdik Kabupaten Kediri Jaring Seniman Muda Lewat FLS3N 2026

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .