Kediri, Jurnalmataraman.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan Kota Kediri (Dinkes) terus bergerak cepat menekan potensi penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Petugas mendatangi sejumlah titik di wilayah kelurahan untuk melakukan pengasapan atau fogging, Selasa (04/8). Salah satu wilayah yang menjadi sasaran pengasapan yakni Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Petugas menyisir satu per satu lingkungan warga yang dinilai berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan tersebut dilakukan setelah Dinkes menerima laporan adanya tiga warga di Kelurahan Manisrenggo yang terkonfirmasi terkena virus DBD. Langkah respons cepat ini diambil guna memutus rantai penularan virus secara meluas di area pemukiman padat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri, tercatat sebanyak 19 warga Kota Kediri terinfeksi virus DBD sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Dari belasan kasus tersebut, mayoritas penderita merupakan anak-anak. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri Hendik Supriyanto mengungkapkan, meski tren kasus DBD tahun ini menunjukkan penurunan, kewaspadaan masyarakat tidak boleh berkurang.
“Meski tahun ini data DBD di wilayah Kota Kediri mengalami penurunan, kami tetap memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Hendik. Ia menekankan, meskipun saat ini memasuki musim kemarau, potensi genangan air sisa yang tersembunyi masih bisa menjadi sarang nyamuk. Oleh karena itu, Dinkes Kota Kediri meminta warga untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, selain mengandalkan pengasapan dari petugas.
( Editor : Afif / Putra )




