Tulungagung, Jurnalmataram.com – Sebanyak 1.166 jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung mengikuti tasyakuran haji di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, setelah seluruh rombongan kembali ke Tanah Air. Pada musim haji 2026, tercatat tujuh jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, sementara seorang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah.Sebelum mengikuti tasyakuran, ribuan jemaah berjalan kaki dari Masjid Agung Al Munawar menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Arak-arakan berlangsung meriah dengan iringan rebana.
Acara tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya rangkaian ibadah haji 2026. Sebanyak 1.174 calon jemaah haji asal Tulungagung sebelumnya diberangkatkan ke Tanah Suci dan tergabung dalam Kloter 102, 103, 104, dan 105.Kepala Seksi Bina Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung, Khusnul Ustadzi, menjelaskan dari total jemaah yang berangkat, tujuh orang meninggal dunia di Arab Saudi. Selain itu, satu jemaah hingga kini masih menjalani perawatan karena sakit. “Dari 1.174 jemaah yang berangkat, sebanyak 1.166 orang telah kembali ke daerah. Tujuh jemaah wafat di Tanah Suci dan satu orang masih dirawat di rumah sakit di Makkah,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengaku bersyukur pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Ia berharap kualitas pelayanan terhadap jemaah haji pada musim haji berikutnya dapat terus ditingkatkan. “Kami bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji berjalan dengan baik. Ke depan pelayanan kepada jemaah diharapkan semakin maksimal,” katanya.Jumlah jemaah haji Tulungagung yang meninggal dunia pada musim haji 2026 juga tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini terdapat tujuh jemaah wafat, sedangkan pada musim haji 2025 jumlahnya mencapai 16 orang. Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kondisi penyelenggaraan ibadah haji, meski peningkatan pelayanan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
(Editor : Rey / Nadia)


