Kediri, Jurnalmataraman.com – Petugas gabungan di Kota Kediri menggelar apel siaga bencana alam untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana saat musim hujan. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Mako Polres Kediri Kota dengan melibatkan lebih dari 350 personel gabungan.
Unsur yang terlibat meliputi kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, Tagana, PMI, hingga petugas PLN. Apel ini digelar agar petugas dapat bergerak dengan cepat dan terukur jika sewaktu-waktu bencana melanda wilayah Kota Kediri.
Usai upacara siaga bencana, Kapolres bersama wakil wali kota turut meninjau langsung kelengkapan peralatan petugas. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kesiapan alat dalam menghadapi bencana alam secara mendadak.
Sementara itu, Kalaksa BPBD menyebutkan ada lima titik wilayah di Kota Kediri yang rawan mengalami banjir. Selain itu, pemantauan ketat juga akan dilakukan di kawasan tepi Sungai Brantas yang debit airnya kerap meningkat secara mendadak.
“Ada 5 titik wilayah di Kota Kediri yang rawan mengalami banjir. Selain itu juga akan dilakukan pemantauan di wilayah tepi Sungai Brantas yang biasanya debit air mendadak meningkat,” ujar Joko Arianto, Kalaksa BPBD Kota Kediri.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk segera menghubungi dinas terkait dan mencari tempat yang lebih aman jika terjadi bencana alam. (Beny Kurniawan)
(Editor: Trias / Sabrina)



