Blitar, jurnalmataraman.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha di kawasan Masjid Petilasan Syekh Subakir, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, berlangsung istimewa pada Rabu (27/5). Warga setempat bergotong royong menyembelih sapi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sapi kurban berjenis Simental yang diberi nama “Sadewo” tersebut memiliki bobot fantastis, yakni mencapai 1 ton 76 kilogram. Sebelum diserahkan kepada takmir masjid setempat, sapi berukuran jumbo ini dibeli langsung oleh Presiden Prabowo dari seorang peternak asal Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
Takmir Masjid Petilasan Syekh Subakir, Habibi, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya mewakili warga desa. Ia mengaku sangat senang atas kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Negara untuk mengelola hewan kurban istimewa tersebut di lingkungan masjidnya.
Proses penyembelihan sapi presiden ini tidak dilakukan sembarangan. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar turut menerjunkan petugas kesehatan hewan (Keswan) untuk mengawal dan memantau langsung kondisi kelayakan kurban dari awal hingga akhir.
Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, yang hadir di lokasi memastikan bahwa sapi tersebut dalam kondisi sangat prima sebelum disembelih. Pemeriksaan juga dilanjutkan usai penyembelihan (post-mortem) untuk menjamin keamanan konsumsi. “Setelah disembelih, kondisi daging hingga lemaknya memperlihatkan kualitas yang sangat bagus. Kami juga telah memeriksa organ dalam seperti hati dan paru-paru, hasilnya bersih dan petugas tidak menemukan adanya indikasi penyakit apa pun,” jelas Lusia.
Usai dinyatakan sehat dan aman, panitia kurban langsung bergerak cepat memotong daging Sadewo untuk kemudian digabungkan dengan daging dari hewan kurban kambing lainnya.
Menariknya, pembagian daging kurban yang ditargetkan tepat sasaran bagi masyarakat sekitar ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Panitia secara khusus menggunakan wadah besek bambu sebagai kemasan daging guna mengurangi penggunaan sampah plastik.
(Editor : Saldi / Zahra)



