Trenggalek, jurnalmataraman.com – Bencana tanah ambles kembali mengancam keselamatan warga. Ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Pacitan, tepatnya di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Amblesan tanah dengan kedalaman mencapai 50 sentimeter membuat badan jalan amblas dan membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan ini diduga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Struktur tanah yang labil menyebabkan sebagian badan jalan turun, sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian untuk menghindari risiko kecelakaan.
Tidak hanya merusak infrastruktur jalan, dampak bencana ini juga mulai merambah ke kawasan permukiman. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami retakan di dinding dan lantai. Bahkan, kondisi ini membuat beberapa rumah dalam kondisi rawan roboh. Salah satu titik yang paling terdampak adalah area halaman Sekolah Dasar (SD) yang turut ambles hingga sedalam 30 sentimeter.
Rinanto, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan kekhawatirannya. Bersama keluarganya, ia memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumahnya mengalami kerusakan akibat retakan tanah.
“Kami khawatir terjadi longsor susulan. Kami mohon agar pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi atas musibah ini,” ungkap Rinanto.
Hingga saat ini, warga terdampak masih menunggu penanganan dari instansi terkait. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah-langkah cepat, seperti penanganan darurat di ruas jalan yang ambles, pendataan kerusakan rumah, serta bantuan evakuasi bagi warga yang terdampak.
( Editor : Rio & Trias M.A )



