Blitar, jurnalmataraman.com— Seorang remaja asal Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Brantas pada Selasa (27/5) sore. Hingga Rabu (28/5) pagi, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Korban diketahui bernama Muhammad Dafa Nur Ilham (19), warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. Menurut keterangan saksi, Dafa tenggelam setelah berusaha menyeberangi sungai dari sisi selatan menuju sisi utara. Saat berada di tengah aliran, ia tampak kelelahan dan mencoba berenang kembali ke tepian, namun terseret arus deras.
“Korban sempat terlihat melambaikan tangan beberapa kali sebelum akhirnya hilang terbawa arus,” ungkap salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan lokal mengerahkan sekitar 30 personel serta dua unit perahu karet dalam operasi pencarian hari pertama. Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan pada radius tiga kilometer dari titik korban terakhir terlihat.
“Upaya pencarian dilakukan melalui jalur air menggunakan perahu karet, dan melalui jalur darat untuk menyisir titik-titik tertentu di sepanjang bantaran sungai,” terang Yoni.
Sebagai langkah antisipatif, SAR juga telah berkoordinasi dengan penjaga pintu air di sepanjang aliran Sungai Brantas agar segera memberi laporan jika menemukan jasad korban.
Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Pihak keluarga dan warga sekitar juga turut membantu serta berharap korban segera ditemukan dalam keadaan apapun
(Dimas & Trias M.A)



