Probolinggo, jurnalmataraman.com – Gunung Bromo, destinasi wisata eksotis yang menjadi kebanggaan Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik. Namun, kali ini bukan karena pesona sunrise yang magis atau hamparan pasir vulkaniknya yang menawan, melainkan karena temuan mengejutkan, ranjau paku tersembunyi di kawasan wisata.
Temuan ini pertama kali mencuat ke permukaan setelah viralnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sebuah kendaraan wisata mengalami pecah ban akibat tertusuk paku. Lokasi kejadian diketahui berada di area wisata baru yang dikenal dengan nama Marlboro, tidak jauh dari spot ikonik Pasir Berbisik.

Salah satu sopir jip lokal, Umam (33), mengungkapkan bahwa ranjau paku tersebut ditemukan di area parkir Lembah Watangan, yang juga populer dengan sebutan Bukit Teletubbies. “Letaknya cukup tersembunyi, tapi sangat berbahaya. Bisa membahayakan wisatawan maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Menanggapi temuan tersebut, pihak pengelola kawasan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), bergerak cepat. Bersama jajaran Polsek Sukapura, tim gabungan langsung turun ke lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki siapa pelaku di balik aksi berbahaya tersebut.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas kami. Kami telah melakukan penyisiran dan akan meningkatkan pengawasan,” ujar perwakilan BB TNBTS.
Ancaman ranjau paku ini menambah kekhawatiran di tengah geliat wisata Bromo yang tengah bangkit pascapandemi. Di tengah lautan pasir yang sunyi dan minim sinyal, insiden seperti pecah ban dapat menjadi pengalaman yang tidak hanya merepotkan, tetapi juga membahayakan.
Meski demikian, kabar tersebut tidak menyurutkan antusiasme wisatawan. BB TNBTS mencatat lonjakan kunjungan signifikan selama akhir pekan panjang. Sejak Jumat (6/6), ribuan wisatawan memadati kawasan Bromo, dengan puncak kunjungan terjadi pada Sabtu (7/6) yang mencatat 3.504 pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa pesona alam yang indah juga membutuhkan pengelolaan dan pengawasan yang ketat demi kenyamanan serta keamanan semua pihak.
(editor : Trias M.A)



