Trenggalek, jurnalmataraman.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek mengikuti pelatihan jurnalistik dan media sosial yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek dengan suasana antusias dan penuh semangat belajar.

Pelatihan ini bertujuan membekali para santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren baik dalam bentuk penulisan berita desain grafis maupun pengelolaan media sosial. Direktur Media Center PCNU Trenggalek Mohammad Abid Dzulfikar menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi media pesantren se-Kabupaten Trenggalek.
“Kami ingin menyatukan persepsi tentang pentingnya penguatan peran pesantren melalui dunia digital. Harapannya ke depan tim media dari masing-masing pesantren dapat tergabung dalam satu forum di bawah naungan PCNU Trenggalek,” ujar Abid.
Abid menambahkan pelatihan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih beragam seperti jurnalistik lanjutan desain, fotografi, hingga videografi. Dengan begitu para santri diharapkan mampu memperkaya konten dakwah dan edukasi di media sosial masing-masing pesantren.
Salah satu peserta pelatihan Ahmad Sodiq santri Pondok Pesantren Al-Anwar Ngadirenggo Kecamatan Pogalan mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan hingga selesai.

“Materi yang disampaikan sangat berbobot dan membuka wawasan baru bagi kami tentang dunia jurnalistik. Saya berharap bisa segera menerapkannya di media pesantren kami terutama dalam pengelolaan media sosial dan penulisan berita,” ungkap Sodiq.
Selain sesi penyampaian materi para peserta juga diajak berlatih langsung melalui tugas kelompok. Mereka diminta membuat caption kegiatan dengan alur penulisan yang runtut kemudian mempresentasikannya di depan peserta lain untuk mendapatkan koreksi dan catatan bersama.
Melalui kegiatan ini PCNU Trenggalek berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama tetapi juga mampu beradaptasi dan berperan aktif di era digital dengan menjadi jurnalis pesantren yang berkompeten dan beretika.
(Editor : Ifhami & Wahyu Adi



