Tulungagung, jurnalmataraman.com – Warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki dalam kondisi mengenaskan di atas rel kereta api, Senin sore (16/3). Bagian tubuh korban ditemukan berserakan di sepanjang rel sejauh 100 meter, diduga akibat tertabrak kereta api yang melintas dari arah utara ke selatan.
Kapolsek Ngantru, AKP Edi Santoso, membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 16.00 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian 15 menit kemudian.
“Korban diduga tertabrak kereta api yang saat itu melaju dari arah utara menuju Stasiun Tulungagung. Namun, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian,” ujar AKP Edi Santoso, Senin malam.
Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Ciri-ciri korban yakni mengenakan celana warna biru dan kaos bergaris hitam putih. Usianya diperkirakan antara 40 hingga 50 tahun. Warga sekitar lokasi kejadian tidak ada yang mengenali korban, sehingga diduga kuat korban bukan warga setempat.
“Sulit dikenali karena kepala korban hancur,” tambahnya.
Saksi mata, Didit, warga setempat, mengaku kaget saat melihat bagian tubuh korban berserakan di atas rel. “Saya lihat pertama kali ada sandal dan potongan tubuh, langsung lapor perangkat desa,” katanya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
(Editor : Saldi)



