Blitar, jurnalmataraman.com – Fenomena hujan es kembali terjadi di sebagian wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar pada Senin (13/10) sore. Hujan es yang disertai angin kencang ini menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan kerusakan pada bangunan wisata alam Bon C.
Peristiwa langka tersebut sempat terekam oleh warga dan menyebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat bongkahan es berukuran sebesar jari jatuh dari langit disertai suara keras menghantam atap bangunan.
Lilik Winarti, pemilik warung di kawasan wisata Bon C menjelaskan bahwa hujan es disertai puting beliung terjadi saat hujan baru mulai turun dan belum terlalu deras. “Tiba-tiba ada suara gemuruh di atap ternyata hujan es. Tidak lama, angin kencang menerjang dan membuat beberapa pohon karet tumbang,” ujarnya.
Akibat angin kencang tersebut beberapa bagian atap bangunan wisata mengalami kerusakan. Lilik menambahkan, meski wilayah tersebut pernah mengalami hujan es sebelumnya namun ukuran bongkahan es kali ini jauh lebih besar dan dampaknya lebih merusak.
Diduga kuat, kombinasi hujan es dan angin puting beliung menjadi penyebab utama tumbangnya pohon-pohon di kawasan wisata. Akar pohon tidak mampu menahan tekanan angin yang datang tiba-tiba saat hujan berlangsung.
“Selama saya membuka warung di sini, baru kali ini pohon tumbang karena angin. Dan kejadian itu berlangsung saat beberapa wisatawan masih berada di area wisata,” tambah Lilik.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pihak pengelola wisata mengimbau pengunjung untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, mengingat potensi cuaca serupa masih bisa terjadi di musim pancaroba seperti saat ini.
(Editor : Lusia & Wahyu Adi)



