Tulungagung, jurnalmataraman.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tulungagung mulai pasang kuda-kuda seiring kembali munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di awal tahun 2026. Sebagai langkah antisipasi, petugas memperketat pengawasan di sejumlah pasar hewan guna memastikan rantai penularan tidak meluas. Berdasarkan data yang dihimpun hingga awal Februari 2026, tercatat sebanyak 59 kasus PMK ditemukan di wilayah Tulungagung. Sebaran kasus ini terdeteksi di 12 kecamatan, sementara 7 kecamatan lainnya dilaporkan masih bertahan di zona hijau atau nol kasus.
Kepala Disnakkeswan Tulungagung, AgusSuswantoro, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk melakukan pemantauan intensif di wilayah masing-masing. Langkah konkret diambil Disnakkeswan dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Terpadu (PHT), Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, pada Rabu (4/2) pagi. Petugas menyisir setiap blok perdagangan untuk mengecek kondisi fisik ternak yang masuk ke pasar.
“Pengawasan ini penting untuk memantau aktivitas jual beli sekaligus memastikan hewan yang diperdagangkan benar-benar dalam kondisi sehat,” ujar Agus Suswantoro saat ditemui di lokasi sidak.
Dari hasil pemeriksaan fisik, petugas belum menemukan adanya ternak yang menunjukkan gejala klinis PMK di area pasar. Sapi dan kambing yang dibawa oleh pedagang dinilai memiliki kondisi tubuh ideal dan layak jual. Meski isu PMK kembali mencuat, geliat ekonomi di pasar hewan terpantau belum goyah. Harga hewan ternak dilaporkan masih relatif stabil.
Kabar baiknya, dari puluhan kasus yang tercatat, Disnakkeswan melaporkan tidak ada kematian hewan. Ternak yang sempat terpapar telah mendapatkan penanganan medis berupa penyuntikan vitamin, obat-obatan, serta vaksin tambahan. Untuk membentengi populasi ternak di Tulungagung, stok vaksin dipastikan dalam kondisi aman. Sebanyak 17.000 dosis vaksin telah didistribusikan ke 70 titik layanan kesehatan hewan di seluruh kabupaten.
“Kami minta peternak tetap tenang namun waspada. Jika ditemukan gejala seperti air liur berlebih atau luka pada kuku, segera lapor ke petugas Puskeswan terdekat,” pungkasnya.
(Editor : Trias M.A)



