Tulungagung, jurnalmataraman.com – Niat hati mencari rezeki dari sisa fenomena pladu (penggelontoran air bendungan), Mustofa (45) justru tertimpa petaka. Warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung itu dilaporkan hilang terseret derasnya arus Sungai Brantas pada Selasa (19/5) pagi. Insiden nahas itu bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban tengah menyusuri bantaran sungai untuk berburu “ikan mabuk” yang biasa muncul usai pladu. Nahas, kondisi tanah bantaran sungai yang licin membuat korban kehilangan keseimbangan lalu tergelincir.
Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Sarjono, saksi mata di lokasi kejadian, sempat melihat korban terpeleset dan langsung tercebur ke aliran sungai. Rekan korban juga mengaku sempat mendengar suara benda jatuh sesaat sebelum Mustofa ditelan derasnya arus. Warga di sekitar lokasi tak sempat memberikan pertolongan.
Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, BPBD, dan Damkar Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi. Operasi pencarian pun segera dilakukan secara maraton. “Kami telah mengerahkan dua unit perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas hingga radius tiga kilometer dari titik awal korban terjatuh,” terang Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Nuryono, di lokasi pencarian. Selain penyisiran dari jalur air, upaya pencarian juga dimaksimalkan dengan pemantauan melalui jalur darat yang melibatkan warga sekitar dan pihak keluarga korban. Hingga Selasa sore, tim SAR gabungan masih terus bersiaga di lokasi dan melanjutkan proses pencarian.
(Editor : Afif / Firman )



