Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah, warga Kelurahan Bangsal dan sekitarnya berkumpul di Mushola Al-Hijriah pada malam Kamis (26/6) untuk memperingati Tahun Baru Islam. Kegiatan ini diisi dengan pengajian bersama dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus refleksi spiritual menyambut tahun baru Hijriah.
Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender Islam, namun menjadi momentum bagi umat Muslim untuk merefleksikan makna hijrah secara lebih dalam—baik secara spiritual maupun moral. Hal ini juga menjadi pengingat untuk memperbarui keimanan, mempererat ukhuwah, serta menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai nilai-nilai Islam.
Ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pengajian. Dalam tausiyahnya, Abah Zulfa selaku penceramah menyampaikan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai tonggak kebangkitan generasi yang berakhlak mulia dan berjiwa Islami.
“Santunan kepada anak yatim dalam momen 1 Muharram ini bukan hanya bentuk kasih sayang, tapi juga investasi moral bagi masa depan. Semoga dari sinilah lahir generasi penerus yang akan memperjuangkan agama dan kebaikan,” ungkap Abah Zulfa.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa hingga akhir acara. Ditutup dengan ramah tamah, seluruh masyarakat tampak guyub rukun dan saling berbagi dalam suasana kekeluargaan yang erat.
Dalam kesempatan yang sama, IPDA Agus Tunggal Mugiono turut menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tetap menjaga semangat belajar, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan 1 Muharram dapat menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antarwarga serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
( editor : Rio & Trias M.A )




