Blitar, jurnalmataraman.com – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Sabtu (20/6). Tepat pada peringatan Haul ke-56 Sang Proklamator, Romy Soekarno yang merupakan cucu dari Presiden Pertama Republik Indonesia, turut hadir melakukan ziarah ke makam sang kakek di Kota Patria.
Kehadiran Romy bukan sekadar untuk menjalankan ritual tahunan. Momen ziarah ini dijadikannya sebagai ruang refleksi penting untuk terus menjaga dan merawat api semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Seusai memanjatkan doa dengan khusyuk di pusara Bung Karno, Romy menyempatkan diri untuk memberikan pesan mendalam kepada masyarakat yang turut hadir. Ia menegaskan bahwa sosok Bung Karno tidak seharusnya hanya diabadikan sebagai simbol historis bangsa semata.
Lebih dari itu, Romy berharap berbagai ajaran dan ideologi besar yang pernah dicetuskan oleh Sang Proklamator harus tetap hidup dan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Sosok Bung Karno harus menjadi sumber inspirasi dan panduan bangsa melalui ajaran-ajaran yang telah dicetuskannya,” ungkap Romy Soekarno di sela-sela kegiatan ziarah tersebut.
Peringatan Haul ke-56 ini juga diharapkan mampu memperkuat kembali sinergi dan rasa persatuan bangsa di tengah derasnya arus tantangan zaman. Secara khusus, Romy menitipkan pesan kepada para generasi penerus bangsa agar terus berpegang teguh pada warisan pemikiran pendiri bangsa. Menurutnya, generasi muda tidak boleh melupakan relevansi ajaran-ajaran besar Bung Karno, seperti konsep Trisakti dan nilai-nilai luhur Pancasila, yang menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
( Editor : Saldi / Juwita )



