Kediri, jurnalmataraman.com – Ada nuansa berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Pakelan, Kota Kediri. Perayaan momen bersejarah ini disemarakkan dengan suguhan akulturasi kesenian lintas budaya yang ciamik, Senin (17/8). Menariknya, kemeriahan tersebut dihelat di Balai Kelurahan Pakelan yang sarat akan nilai sejarah. Bangunan lawas yang sudah berdiri kokoh sejak abad ke-19 itu seolah menjadi saksi bisu harmoninya warga.
Sebelum unjuk kesenian dimulai, acara terlebih dahulu dibuka dengan tumpengan dan doa bersama. Semarak kemerdekaan langsung pecah saat atraksi barongsai mulai dipertontonkan. Gerak atraktif dan lincah dari para remaja Pakelan sukses membuat warga yang memadati balai kelurahan berdecak kagum. Keseruan kemudian berlanjut dengan penampilan kesenian jaranan yang kental dengan nuansa budaya khas Kediri.
Tidak berhenti pada pertunjukan tradisi, kemeriahan semakin berwarna dengan penampilan paduan suara. Anak-anak dan remaja setempat yang sebelumnya memeriahkan barongsai dan jaranan, kembali tampil memukau menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Kepala Kelurahan Pakelan Sundariani mengungkapkan, perpaduan kesenian ini sejalan dengan identitas wilayahnya. Kawasan Pakelan selama ini memang dikenal sebagai kawasan heritage dengan nuansa Pecinan dan tata kota lama yang unik. Karakteristik ini menjadi modal kuat untuk menyambut wisatawan yang berkunjung.
Potensi besar tersebut juga diamini oleh Camat Kota Kediri Agus Suharyanto. Ia berharap pelestarian budaya semacam ini dapat menggenjot daya tarik wisata sejarah di wilayahnya agar semakin dikenal luas oleh masyarakat luar daerah. “Keberadaan wisata heritage di kawasan Pakelan ini diharapkan bisa menjadi bagian dari rangkaian destinasi terintegrasi. Ke depan, kawasan ini akan melengkapi rute wisata Stasiun Kota Lama, wisata religi Setonogedong, dan Kampung Dalem,” terang Agus.
(Editor: Trias / Dhamar)





