Blitar, jurnalmataraman.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Imam Muslimin, atau yang lebih akrab disapa Yai Mim. Mantan dosen Universitas Islam Malang yang belakangan sosoknya sempat viral di media sosial itu akhirnya dikebumikan di tanah kelahirannya di Kabupaten Blitar, Selasa malam.
Pria berusia 60 tahun tersebut dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya secara mendadak saat hendak menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang pada Senin siang. Setelah proses administrasi rampung, jenazah langsung dipulangkan ke kampung halamannya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil ambulans yang membawa jenazah Yai Mim tiba di rumah duka yang berada di kediaman sang kakak, tepatnya di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar sekitar pukul 20.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut dengan suasana haru oleh pihak keluarga dan kerabat terdekat.
Setibanya di rumah duka, pihak keluarga dibantu warga setempat langsung melakukan prosesi pemulasaraan jenazah. Tidak menunggu lama, proses pemakaman langsung dilangsungkan pada malam itu juga, sekitar pukul 22.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Udanawu.
Dipilihnya TPU Udanawu Blitar sebagai tempat peristirahatan terakhir Yai Mim rupanya merupakan permintaan langsung dari almarhum semasa hidup. Hal tersebut dikonfirmasi oleh keponakan Yai Mim, Fatimatuz Zahro. “Beliau (Yai Mim) pernah berpesan kepada keluarga agar kelak jika meninggal bisa disemayamkan di tanah kelahirannya. Hal itulah yang mendasari pemakaman beliau dilakukan di sini, satu kompleks dengan makam orang tua,” ungkap Fatimatuz.
Sebelumnya, nama Yai Mim sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kepergiannya yang mendadak sebelum proses pemeriksaan di kepolisian bergulir meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga yang kini fokus mendoakan mendiang di tempat peristirahatan terakhirnya.
(Editor : Saldi/Yusa)



