Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Penanganan Kasus Santriwati Hamil Dinilai Lambat, Ratusan Warga Gruduk Kantor Desa

by Editor
23 September 2024 | 13:17
Reading Time: 2 mins read
0
Penanganan Kasus Santriwati Hamil Dinilai Lambat, Ratusan Warga Gruduk Kantor Desa

Mediasi Bersama Warga ( Foto: Hammam Deva )

Trenggalek, jurnalmataraman.com – Malam kemarin, ratusan warga menyerbu kantor Desa Sugihan, Kabupaten Trenggalek. Padahal pagi harinya warga telah menggelar aksi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Sugihan, untuk mencari keberadaan terduga pelaku yang tidak lain adalah pimpinan pondok.


Kedatangan warga untuk meminta polisi segera mengusut tuntas kasus persetubuhan santriwati yang dilakukan oleh terduga pimpinan Pondok Pesantren. Pasalnya, hingga korban melahirkan anak yang dikandungnya, kasus ini tak kunjung menemui titik terang.
Dari mediasi yang dilakukan, polisi telah menaikan status perkara ke tahap penyidikan. Dimana dalam waktu dekat polisi akan segera memanggil terduga pelaku.


Polisi berjanji kepada warga akan menjamin proses penanganan kasus akan serius. Meskipun polisi tidak dapat memastikan butuh berapa lama menyelesaikan kasus tersebut.


“Hasil mediasi pada malam hari ini dari warga sudah mendengar pernyataan dari dari bapak Wakapolres pihak kepolisian, kasus saat ini sudah dinaikkan ke penyelidikan beliau sudah memberikan jaminan bahwa kasus ini akan di tindak lanjuti dengan serius,” ucap warga, Imam Safi’I


“Hasil mediasi masyarakat menuntut untuk dihadirkan oknum tersebut yang menghamilinya yang katanya menghamili santri, saya berkomitmen agar kasus ini di selesaikan secara profesional tidak ada main mata, tidak ada main apapun, ” ucap Ketua Pc Gp Ansor Trenggalek, Muhammad Izzudin


Ratusan warga berharap polisi dapat segera menuntaskan kasus tersebut secara profesional. Apalagi kasus persetubuhan terjadi di lingkungan pendidikan pondok pesantren.

Penulis: Hammam Deva

Editor: Eka Zeni

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlinepondok pesantrenTrenggalek
ShareTweetShare
Next Post
Belasan warga Kabupaten Kediri Suarakan Netralitas KPU

Belasan warga Kabupaten Kediri Suarakan Netralitas KPU

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .