Kediri, jurnalmataraman.com – Sebanyak 1.447 anak usia dini memadati Taman Brantas Kota Kediri rabu pagi (12/8), Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri sekaligus Hari Indonesia Menabung. Mengusung tema “Membangun untuk Lingkungan dan Masa Depan Mapan”, acara ini bertujuan membekali anak-anak dengan dua nilai penting sejak dini kepedulian lingkungan dan kedisiplinan mengelola keuangan.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa jumlah peserta sebanyak 1.447 anak secara khusus disesuaikan dengan angka peringatan Hari Jadi Kota Kediri. Vinanda menjelaskan, media mewarnai dipilih sebagai sarana edukasi visual yang efektif bagi anak-anak usia dini.
”Kita ingin mengajarkan anak-anak dari usia dini agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ketika saya tanya mereka sudah paham bahwa gambar yang mereka warnai adalah pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Vinanda.

Sementara Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, edukasi lingkungan dan menabung memiliki keterkaitan. Sampah yang dipilah, terutama sampah anorganik, dapat dijual melalui bank sampah sehingga menghasilkan uang yang kemudian bisa ditabung.
“Sampah dari rumah tangga, industri, ataupun lainnya ternyata punya nilai ekonomis. Sampah yang dipilah antara organik dan anorganik bisa dijual ke bank sampah dan menghasilkan uang yang kemudian dapat ditabung di bank,” jelasnya.
Selain edukasi lingkungan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan literasi keuangan anak-anak. Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa bulan Agustus merupakan momentum peringatan Hari Indonesia Menabung yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta difasilitasi untuk membuka rekening Simpanan Pelajar (Simpel) tanpa biaya administrasi melalui kerja sama dengan Bank Jatim dan BPR Kota Kediri. Setiap peserta juga menerima stimulan saldo awal tabungan sebesar Rp5.000.
”Kami ingin membiasakan anak-anak untuk disiplin menyisihkan sebagian uang sakunya sejak kecil. Pendekatan yang digunakan adalah berbasis cita-cita atau mimpi anak. Melalui kebiasaan menabung, anak-anak diajarkan cara mencapai keinginan mereka secara mandiri sekaligus membantu orang tua,” ungkap Ismirani.
Melalui sinergi antara Pemkot Kediri dan OJK, kegiatan Crayon Eco Kids diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda Kediri yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki kesadaran finansial untuk masa depan.
(Editor: Trias / Loris)





