Trenggalek, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai melakukan pengosongan terhadap Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Sejumlah pegawai tampak sibuk mengemasi peralatan kerja sementara beberapa ruangan sudah dalam keadaan kosong.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan Pemkab untuk menjadikan gedung tersebut sebagai lokasi sementara pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Rencananya program pendidikan alternatif ini akan menampung siswa-siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal.
Sementara itu, layanan yang sebelumnya beroperasi di Kantor Disperinaker akan dipindahkan ke gedung milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa tahun ini Pemkab akan mulai menjaring calon siswa untuk mengikuti rombongan belajar Sekolah Rakyat di jenjang SD, SMP dan SMA.

“Sekolah Rakyat ini kami hadirkan untuk menjawab tantangan dan permasalahan kasus putus sekolah yang masih cukup tinggi, terutama dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ungkap Bupati Arifin.
Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Trenggalek telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar di kawasan dekat Pasar Basah untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. Namun pelaksanaan pembangunan fisik masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
( Editor : Fajar & Trias M.A )



