Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-29, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar upacara di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, memimpin upacara tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang layak.
Dalam sambutannya, Dewi Mariya Ulfa menekankan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara. “Semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan program sekolah rakyat bagi siswa tidak mampu, sehingga tidak ada alasan lagi anak-anak tidak bersekolah karena keterbatasan biaya,” ujar Dewi.
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri telah mendirikan SMA Dharma Wanita Boarding School di Pare. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa tidak mampu dan berprestasi, sebagai bagian dari program otonomi daerah. “Dengan adanya boarding school ini, kami menyinkronkan program pemerintah daerah dengan kebijakan pusat dalam bidang pendidikan,” tambah Dewi.
SMA Dharma Wanita Boarding School telah memasuki angkatan kedua dan telah menunjukkan prestasi gemilang. Tiga siswa dari sekolah ini berhasil lolos seleksi Paskibraka Kabupaten Kediri 2024, menyisihkan 1.200 peserta lainnya dan menjadi bagian dari 77 anggota Paskibraka terpilih.
Dewi juga mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kediri dari semua lini, baik ekonomi, pendidikan, maupun pembangunan yang merata. “Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Kediri agar lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Pemerintah Kabupaten Kediri menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warganya.
(editor : Trias M.A)



