Blitar, jurnalmataraman.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar pada Selasa (14/10) sore menyebabkan atap Stadion Gelora Penataran roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejak Rabu pagi, puluhan petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Blitar, kepolisian, TNI dan relawan telah dikerahkan untuk membersihkan material puing atap stadion yang berserakan. Proses pembersihan dilakukan secara manual dibantu sejumlah alat berat, termasuk satu unit eskavator guna mempercepat penanganan di lokasi.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Bayu Purna menjelaskan bahwa robohnya atap stadion terjadi akibat terpaan angin puting beliung yang datang tiba-tiba ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Dari hasil pengecekan awal, area stadion dalam keadaan kosong saat kejadian,” terang Bayu.
Sementara itu Kapolsek Nglegok AKP Murdianto menambahkan tim Inafis Polres Blitar Kota juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya aktivitas masyarakat di sekitar area stadion saat peristiwa berlangsung.
“Dari rekaman CCTV yang ada, tidak terlihat aktivitas warga di area taman maupun stadion pada waktu kejadian. Kami pastikan tidak ada korban jiwa,” ungkap Murdianto.
Hingga Rabu siang, proses pembersihan dan evakuasi material runtuhan masih terus dilakukan. Petugas juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna menghindari risiko tambahan akibat struktur bangunan yang masih rapuh.
( Editor : Pandu & Wahyu Adi )



