Probolinggo, jurnalmataraman.com – Banjir yang melanda sebagian wilayah Bali menelan korban jiwa. Seorang pedagang kue asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bernama Endang Cahyaning Ayu (43) meninggal dunia setelah mobil yang dikendarainya bersama sang suami terseret arus deras di sekitar Pasar Badung Bali.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tidak berhasil menyelamatkan diri dari mobil yang ikut terendam banjir. Sementara itu, sang suami, Jumali (58), selamat meski sempat terbawa arus hingga akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah pohon.

Jenazah Endang telah diidentifikasi di RS Mangusada Bali, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Jenazah tiba di rumah duka pada Kamis (11/9) dini hari dan langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pada pagi harinya. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban. Sanak saudara dan tetangga berdatangan untuk bertakziah serta mengiringi prosesi pemakaman.
Menurut penuturan Jumali, saat kejadian dirinya dan istri tengah berdagang kue di sekitar Pasar Badung. Tiba-tiba air sungai meluap ke jalan raya dengan deras. Ia sempat berusaha memutar balik mobil, namun arus banjir semakin kuat. Saat keluar dari kemudi dirinya ikut hanyut sebelum akhirnya bisa menyelamatkan diri. Sementara istrinya tidak sempat keluar dan tenggelam bersama mobil.
Pasangan suami-istri tersebut diketahui telah 20 tahun merantau ke Bali untuk berjualan kue di Pasar Badung. Jumali mengaku, selama merantau baru kali ini ia mengalami banjir bandang yang menelan korban jiwa.
(Editor : Wahyu Adi)




