Kediri, jurnalmataraman.com – Jika biasanya pecel identik dengan nasi, maka di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, ada varian unik yang wajib dicoba: pecel punten. Hidangan khas ini menarik perhatian karena dijual seharga “7 juta rupiah” per porsi. Tapi jangan salah sangka itu hanya istilah. Harga sebenarnya hanyalah Rp7.000.
Pecel punten milik Sumiati, yang dikelola oleh Esther Yuniati sejak tahun 2003, punya keunikan tak hanya dari rasanya, tapi juga konsepnya. Warung yang diberi nama “Mbenjing Mriki Maleh” (dalam bahasa Jawa berarti besok ke sini lagi) ini menganut sistem ambil dan layani sendiri. Pelanggan bebas memilih takaran sambal, jenis sayuran, hingga lauk sesuai selera mereka.
“Pecel ini memang disebut pecel tujuh juta, biar mudah diingat dan juga sebagai doa, semoga pembelinya jadi orang yang punya jutaan rupiah,” ujar Esther sambil tersenyum.
Berbeda dari pecel biasa, pecel punten menggunakan punten sebagai pengganti nasi. Puntén merupakan olahan dari beras yang ditumbuk, dicampur dengan santan kelapa dan garam, menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih. Ditambah sambal pecel khas dan aneka sayuran seperti kangkung, tauge, kenikir, hingga bunga turi, menjadikannya menu sehat yang cocok untuk vegetarian.
“Enak banget! Gurih, pedas, dan bikin ketagihan. Harganya murah tapi rasanya mewah,” Pungkas Ayu Citra, warga Kediri yang menjadi pelanggan tetap.
Hal senada juga diungkapkan Said Muttaqin, warga Sidoarjo. “Saya jauh-jauh dari luar kota ke sini cuma buat makan pecel punten. Rasanya beda dari yang lain.”
Selain pecel punten, warung ini juga menyediakan aneka lauk seperti tahu goreng, tempe, telur dadar, telur puyuh, dan ikan laut. Warung ini selalu ramai, bukan hanya warga Kediri, tapi juga dari luar kota, yang penasaran dengan cita rasa tradisional yang menggoda.
Jadi, bila sedang berada di Kediri, tidak ada salahnya melipir ke warung “Mbenjing Mriki Maleh” dan mencoba sensasi pecel punten “tujuh juta” yang murah meriah namun kaya rasa.
(Dimas & Trias M.A)



