Tulungagung, jurnalmataraman.com – Untuk pertama kalinya, festival balon udara digelar di Tulungagung dengan meriah. Bertajuk Bhayangkara Tulungagung Balloon Festival 2025, acara ini menyedot perhatian warga dan penggemar balon udara dari berbagai daerah. Puluhan balon raksasa menghiasi langit Tulungagung pada Minggu pagi (8/6), dalam festival yang dipusatkan di Lapangan Desa Notorejo, Kecamatan Gondang.
Festival ini menjadi momen bersejarah bagi Tulungagung, yang selama ini belum pernah menyelenggarakan even serupa seperti yang rutin digelar di Wonosobo. Acara ini diinisiasi oleh Polres Tulungagung sebagai bentuk inovasi dalam memberikan ruang positif bagi para pegiat balon udara tradisional.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan hobi para pecinta balon udara dengan cara yang lebih aman dan tertib.
“Selama ini, balon udara sering dianggap berbahaya jika diterbangkan sembarangan. Melalui festival ini, kami fasilitasi para penggemar agar bisa tetap berkarya tanpa membahayakan lingkungan,” ujar Kapolres Tulungagung.
Sebanyak 39 tim penerbang balon dari Tulungagung, Trenggalek, dan Wonosobo ikut ambil bagian dalam festival ini. Total, lebih dari 40 balon udara berukuran besar menghiasi langit Notorejo, meski sebagian gagal mengudara akibat hujan yang sempat mengguyur pagi harinya.
Salah satu peserta dari Wonosobo, Muhamad Ismail, mengaku senang bisa berpartisipasi dan mengapresiasi antusiasme masyarakat Tulungagung.
“Meski cuaca agak mengganggu, kami senang bisa tampil di sini. Warganya antusias, dan acaranya tertib,” ungkapnya.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang diwakili oleh Gatut Sunu Wibowo, juga turut hadir dan menyampaikan dukungannya. Ia menilai festival ini tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM.
“Ini bisa jadi agenda wisata tahunan. Pemerintah akan mendukung penuh jika kegiatan serupa digelar kembali, terutama untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Tulungagung akhir tahun ini,” ungkapnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, Tulungagung membuka peluang untuk menjadi tuan rumah festival balon udara berkelanjutan, menyandingkan tradisi dengan inovasi, serta menggandeng masyarakat dalam pengembangan pariwisata lokal.
(Editor : Nando & Trias M.A)



