Kediri, jurnalmataraman.com – Polres Kediri Kota menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kecamatan Pesantren, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Mojoroto. Langkah ini dilakukan guna memeriksa langsung dan memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kota Kediri.
Dalam pemeriksaan marathon tersebut, petugas menemukan adanya dua SPBU yang mengalami kekosongan stok BBM jenis Pertalite. Kekosongan tersebut diketahui dipicu oleh adanya keterlambatan pengiriman armada dari pihak Pertamina.
Meski menemukan kelangkaan di dua titik, kepolisian memastikan rantai distribusi BBM di wilayah Kota Kediri secara umum masih dalam kondisi aman dan terkendali. Petugas meminta pengelola SPBU serta pihak Pertamina untuk proaktif melaporkan setiap kendala distribusi yang muncul di lapangan.
Selain itu, kepolisian memberikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah situasi tersebut.
“Petugas akan menindak tegas siapa saja yang nekat melakukan penimbunan BBM atau memanfaatkan situasi saat ini,” tegas Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto.
Kondisi pasokan yang tersendat juga dibenarkan oleh pihak pengelola lapangan. Ketersediaan Pertalite di SPBU Muning dilaporkan sudah habis sejak pagi hari.
“Kekosongan terjadi sejak pagi. Kami tidak mengetahui penyebab pasti keterlambatan pengiriman tersebut karena hal itu sepenuhnya menjadi wewenang dan ranah Pertamina,” ungkap Candra Winarni, Pengelola SPBU Muning.
Guna menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, Kapolres Kediri Kota mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan akibat terpengaruh isu kelangkaan BBM.(Beny Kurniawan)
(Editor: Atha / Trias)



