Trenggalek, jurnalmataraman.com – Pantai Taman Kili-Kili di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, terus berkembang sebagai salah satu kawasan konservasi penyu di pesisir selatan Jawa. Sejak dibuka pada akhir 2010, kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata tetapi juga berperan penting sebagai habitat alami bagi kelangsungan hidup penyu.
Di lokasi ini, wisatawan dapat belajar sekaligus mengetahui secara langsung proses penetasan telur penyu. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp.5.000 per orang, Pantai Taman Kili-Kili menawarkan wisata berbasis edukasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kili-Kili berhasil menyelamatkan lebih dari 12.600 butir telur penyu. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.400 tukik berhasil ditetaskan. Meski demikian, jumlah telur yang diselamatkan bersifat fluktuatif setiap tahunnya karena dipengaruhi oleh kondisi alam.

Ketua Pokmaswas Pantai Taman Kili-Kili, Ari Gunawan, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan konservasi penyu di kawasan tersebut.
“Konservasi ini tidak bisa berjalan sendiri. Peran masyarakat sangat besar, mulai dari menjaga sarang penyu hingga mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pelestarian,” ujar Ari Gunawan.
Sebagai wisata edukasi, pengelola juga menyediakan program khusus bagi anak-anak, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Anak-anak diajak bermain sambil belajar, menanam pohon serta mempraktikkan cara menjaga kebersihan pantai. Program ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Selain itu, berbagai fasilitas umum telah tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung, di antaranya kamar mandi, musola dan area bersantai. Dalam waktu dekat, pengelola juga berencana menyiapkan fasilitas glamping yang dapat dimanfaatkan wisatawan di luar musim penyu bertelur.
“Fasilitas glamping kami siapkan agar wisatawan tetap bisa menikmati suasana pantai tanpa mengganggu siklus bertelur penyu,” tambah Ari.
Meski mengalami perkembangan yang cukup pesat, kawasan konservasi ini masih menghadapi kendala akses jalan yang sempit sehingga sulit dilalui kendaraan berukuran besar. Pengelola berharap pemerintah daerah dapat membantu perbaikan infrastruktur akses menuju lokasi.
Upaya masyarakat dalam menyelamatkan penyu di Pantai Taman Kili-Kili sejauh ini menunjukkan hasil yang signifikan. Namun, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak tetap diperlukan agar kawasan konservasi ini dapat terus bertahan dan berkembang di masa mendatang.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



