Tulungagung, jurnalmataraman.com – Popularitas Pantai Dlodo yang berada di selatan Tulungagung terus meningkat. Keindahan panorama alam yang eksotis serta akses jalan yang kini lebih mudah melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadikan pantai ini sebagai salah satu destinasi favorit baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Terletak di perbatasan Desa Rejosari dan Desa Panggungkalak, Pantai Dlodo menawarkan pesona pasir putih halus, air laut yang biru jernih, serta suasana yang masih alami dan menenangkan. Tak heran jika pantai ini kian ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan dan masa libur panjang.
Selain menjadi lokasi rekreasi, Pantai Dlodo juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pengelolaannya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Gemilang yang turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli desa.
Tiket masuk yang terjangkau turut menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung cukup membayar Rp5.000 pada hari biasa dan Rp8.000 saat ada event khusus. Wisatawan yang datang pun tidak hanya berasal dari Tulungagung, namun juga dari wilayah lain seperti Surabaya, Sidoarjo dan Nganjuk.

Namun, di balik meningkatnya jumlah pengunjung masih ada keluhan dari warga terkait kondisi infrastruktur jalan menuju pantai. Jalan sirip penghubung ke JLS dilaporkan dalam kondisi rusak dan warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
Kepala Desa Rejosari Sudikan mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur sangat penting untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan wisatawan. Hal senada disampaikan Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan fasilitas dan akses menuju destinasi wisata di wilayah selatan.
Selain keindahan pantai Dlodo juga menyimpan daya tarik berupa estuary muara sungai yang menjadi tempat favorit pengunjung untuk bermain air. Meski demikian, aktivitas berenang di laut dilarang karena ombak yang besar dan berbahaya.
( Editor : Ima & Trias M.A )



