KEDIRI, jurnalmataraman.com – Tradisi mudik Lebaran tidak hanya menjadi persiapan bagi pemilik rumah, tetapi juga bagi para pemilik hewan peliharaan atau anabul. Meninggalkan hewan kesayangan seperti kucing, anjing, hingga kelinci di rumah kosong dalam waktu lama tentu sangat berisiko. Tak pelak, jasa penitipan hewan di Kediri kini mulai diserbu para pemudik. Kondisi ini terlihat jelas di Pet House Allovet yang berlokasi di Perumahan Doko Indah, Kediri. Menjelang puncak arus mudik, deretan kandang yang disediakan pengelola hampir semuanya telah terisi penuh oleh “tamu-tamu” bulu yang dititipkan pemiliknya.
drh. Larasati Chandra, pemilik rumah penitipan hewan Allovet, mengungkapkan bahwa momen Idul Fitri selalu menjadi periode tersibuk sepanjang tahun. Lonjakan permintaan penitipan hewan, khususnya kucing, mengalami kenaikan signifikan dibanding hari-hari biasa.
“Momentum Lebaran ini selalu diikuti dengan kenaikan jumlah hewan peliharaan yang dititipkan. Para pemilik ingin perjalanan mudik mereka tenang tanpa harus memikirkan kondisi hewan di rumah yang sepi,” ujar drh. Laras.
Untuk urusan tarif, Allovet mematok harga yang cukup terjangkau, yakni Rp 35.000 per hari. Dengan biaya tersebut, fasilitas yang didapatkan sudah meliputi kandang yang bersih, serta pemberian makan dan minum secara rutin. Namun, nilai lebih yang ditawarkan tempat ini adalah pengawasan langsung dari tenaga medis profesional. Mengingat pengelolanya adalah seorang dokter hewan, kesehatan anabul menjadi prioritas utama.
“Kami menjamin hewan yang dititipkan di sini mendapatkan perawatan yang tepat. Mulai dari pemeriksaan rutin harian, pemberian vitamin, hingga tindakan suntik injeksi jika memang diperlukan sesuai kondisi kesehatan hewan,” tambah drh. Laras.
Langkah menitipkan hewan ke jasa profesional dinilai menjadi solusi paling efektif bagi pemudik. Selain memastikan asupan nutrisi terjaga, hewan peliharaan terhindar dari stres akibat lingkungan rumah yang kosong dan pengap. Dengan demikian, pemilik bisa bersilaturahmi di kampung halaman dengan hati tenang, sementara sang “anabul” tetap terawat dengan aman.
Editor : Trias M.A



