Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Meriahnya Tradisi Larung Sembonyo di Trenggalek, Ribuan Warga dan Wisatawan Padati Pesisir Prigi

by Moch. Herlambang
23 April 2026 | 14:39
Reading Time: 2 mins read
0
Meriahnya Tradisi Larung Sembonyo di Trenggalek, Ribuan Warga dan Wisatawan Padati Pesisir Prigi

TRENGGALEK, jurnalmataraman.com – Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah memadati Pesisir Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Kamis (23/4). Banyaknya penguinjung ini tak lain untuk mengikuti dan menyaksikan langsung kemeriahan tradisi sakral tahunan, Larung Sembonyo.

Ritual turun-temurun masyarakat nelayan pantai selatan ini bukan sekadar daya tarik wisata budaya semata. Lebih dari itu, Larung Sembonyo menjadi wujud syukur mendalam para nelayan atas melimpahnya hasil laut, sekaligus doa untuk keselamatan saat melaut.

Suasana khidmat bercampur meriah sangat terasa mewarnai jalannya prosesi. Rangkaian acara diawali dengan kirab tumpeng raksasa atau buceng yang dihias apik menggunakan aneka hasil bumi. Arak-arakan budaya ini bergerak perlahan menyedot perhatian dari Kantor Kecamatan Watulimo menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi.

Setibanya di pelabuhan, para nelayan, tokoh masyarakat dan warga sekitar duduk membaur untuk menggelar doa bersama. Mereka memanjatkan syukur atas hasil tangkapan selama setahun terakhir dan menaruh harapan besar akan keberkahan serta keselamatan di musim-musim melaut mendatang. Puncak acara yang dinanti-nanti pun tiba. Usai didoakan secara khusyuk, buceng raksasa beserta aneka sesaji kemudian diangkut menggunakan perahu menuju ke tengah lautan. Tepat di titik yang telah ditentukan, buceng tersebut dilarung sebagai simbol persembahan dan untaian doa masyarakat pesisir.

Ketua Panitia Larung Sembonyo, Wanto, mengungkapkan bahwa tradisi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu ini adalah pilar penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir selatan Trenggalek.

“Selain memiliki makna spiritual yang kuat, tradisi ini juga terbukti menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, esensi dari ritual ini bukan sekadar perayaan, melainkan medium pemersatu warga. Melalui Larung Sembonyo, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rasa syukur kepada Sang Pencipta, dan kearifan lokal akan terus dijaga agar tidak tergerus oleh laju perkembangan zaman.

Editor : Trias / Sea

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineKedirikota KediriTrenggalek
ShareTweetShare
Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .