Tulungagung, jurnalmataraman.com – Suasana khidmat menyelimuti Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung pada Senin (4/5/2026). Sepekan menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Mak Co yang ke-1066, umat Tri Dharma setempat menggelar tradisi tahunan berupa pembersihan rupang (patung dewa) dan pergantian jubah kebesaran. Tradisi ini merupakan bagian penting dari rangkaian ritual untuk menghormati Dewa Utama di klenteng tersebut. Prosesi sakral ini diawali dengan penurunan rupang Dewa Mak Co dari singgasananya secara hati-hati oleh pengurus klenteng.
Jubah berwarna merah yang telah dikenakan sejak Tahun Baru Imlek dilepas, untuk kemudian digantikan dengan jubah baru. Sebelum mengenakan “pakaian” baru, rupang dewa terlebih dahulu dimandikan dan dibersihkan dengan air bunga oleh para pengurus secara tertutup dan penuh tata krama.
Pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Wibitono, menjelaskan bahwa tahun ini jubah utama diganti dengan warna kuning. “Ini adalah bentuk penghormatan dan persiapan kami menyambut hari kelahiran Mak Co. Proses pembersihan dan penggantian baju ini kami lakukan dengan penuh ketelitian,” ujarnya.
Tak hanya rupang Dewa Mak Co, belasan rupang dewa lainnya yang berada di dalam klenteng juga mendapatkan perawatan serupa. Sebagian rupang kini tampak megah dengan jubah kuning yang melambangkan keagungan, sementara sebagian lainnya mengenakan jubah merah yang melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Setelah seluruh prosesi penggantian jubah selesai, rangkaian acara ditutup dengan sembahyang bersama. Umat Tri Dharma memanjatkan doa agar momen ulang tahun Dewa Mak Co tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta kesuksesan bagi seluruh masyarakat.
Ada yang menarik dalam perayaan tahun 2026 ini. Wibitono menambahkan bahwa pihak klenteng berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai akulturasi dan toleransi di Tulungagung. Selain menampilkan kesenian khas Tiongkok seperti Barongsai, rangkaian HUT Mak Co juga akan dimeriahkan dengan kesenian tradisional Jawa. “Sebagai bentuk kecintaan kami pada budaya Indonesia, kami juga menggelar kesenian tradisional, salah satunya adalah pertunjukan wayang kulit. Ini adalah wujud harmonisasi budaya di lingkungan klenteng,” pungkas Wibitono.
Puncak perayaan HUT Dewa Mak Co ke-1066 sendiri diprediksi akan menyedot perhatian wisatawan dan warga lokal, mengingat Klenteng Tjoe Tik Kiong merupakan salah satu ikon sejarah dan budaya terpenting di Kabupaten Tulungagung.
( Editor : Afif / Juwita )



