Tulungagung,Jurnalmataraman.com – Pada musim dingin, ribuan burung bermigrasi dari daratan cina dan rusia ke wilayah tropis Indonesia. Salah satu persinggahan migrasi burung tersebut, adalah di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Momen migrasi burung ini dimanfaatkan oleh, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dan komunitas pecinta alam, untuk menggelar bird walk atau pengamatan burung migran di wilayah Tulungagung.
Titik lokasi pengamatan di kawasan persawahan di Desa Bungur Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Berbekal kamera profesional dan teropong, mereka mengamati sejumlah burung dari daratan rusia dan cina, yang bermigrasi ke wilayah tropis pada saat musim dingin.
Dari pengamatan hari ini, tim menemukan beberapa jenis burung migran yang tengah singgah mencari makan, salah satunya burung trinil semak. Burung ini terbang sejauh ribuan kilometer, untuk bertahan hidup.

Menurut petugas, selama dua tahun melakukan pengamatan, terdapat tujuh jenis burung yang diketahui singgah di Tulungagung, yaitu jenis burung trinil pantai (actitis hypoleucos), trinil semak (tringa glareola), kicuit kerbau (motacilla tschutschensis), cerek kernyut (pluvialis fulva), cerek kalung-kecil (charadrius dubius), terik asia (glareola maldivarum), dan layang-layang asia (hirundo rustica).
Petugas BBKSDA Jatim Ahmad David Kurnia mengatakan, ” Kegiatan pengamatan ini dilakukan, untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, terhadap pergerakan burung dari berbagai belahan dunia”.
Pengamatan burung migran menjadi pengalaman baru bagi para kelompok pecinta alam, ketua mapala himalaya Fazal Marzuki mengatakan, ” Ya ini pengalaman baru “. karena mereka bisa melihat langsung burung-burung migran dan mengetahui jenis dan perilakunya//
Migrasi burung ini, berlangsung selama bulan oktober sampai maret. Mereka terbang dari rusia dan cina, untuk mencari makan di wilayah tropis indonesia hingga australia.
(Editor : Agus bondan-Beny setiawan)



