Tulungagung, jurnalmataraman.com – Suasana panik menyelimuti sebuah kantor penyedia layanan WiFi di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, pada Senin (11/5) malam. Sandra Kirana Aulia, seorang siswi kelas XI SMK Sore yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), mendadak tak bisa menggerakkan tubuhnya akibat rasa sakit yang teramat hebat di bagian punggung.
Kejadian bermula saat siswi asal Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat tersebut hendak pulang usai menyelesaikan aktivitas magangnya. Sandra kemudian naik ke lantai dua bangunan yang disewa sebagai kantor itu untuk mengambil tas ranselnya. Nahas, saat posisi merunduk, tubuhnya tiba-tiba terkunci dan ia berteriak kesakitan. Rekan-rekan korban yang panik melihat kondisi tersebut segera meminta pertolongan. Lantaran akses tangga darurat yang sempit dan cukup curam, proses evakuasi secara manual tidak memungkinkan untuk dilakukan. Mereka akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan relawan ambulans.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa proses penyelamatan berjalan cukup menegangkan dan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memperparah cedera korban. “Kami mengerahkan armada rescue dan memposisikannya sedekat mungkin dengan teras lantai dua. Korban kemudian diturunkan secara perlahan menggunakan tandu basket (basket stretcher),” terangnya.
Selama proses evakuasi yang memakan waktu sekitar 30 menit tersebut, korban diketahui dalam kondisi sadar namun terus menangis histeris karena menahan rasa sakit. Begitu berhasil diturunkan, siswi malang itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karneni, Campurdarat, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
( Editor : Saldi / Dundi )



