Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Menari Dalam Sunyi, Siswa Tunarungu SLB B Tulungagung Tampil Percaya Diri

by Agus Bondan
11 Februari 2026 | 20:11
Reading Time: 2 mins read
0
Menari Dalam Sunyi, Siswa Tunarungu SLB B Tulungagung Tampil Percaya Diri

Salah satu tampilan siswa SLB B Tulungagung (Foto : Agus Bondan)

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Halaman SLB B Negeri Tulungagung mendadak riuh oleh gemuruh tepuk tangan, Selasa siang (10/2). Di atas panggung, belasan siswa bergerak lincah, mengikuti irama yang tak mampu mereka dengar secara fisik, namun berhasil mereka hayati melalui rasa.

Perayaan Dies Natalis sekolah tersebut menjadi panggung pembuktian bagi para siswa tunarungu. Keterbatasan pendengaran bukan penghalang untuk melestarikan tradisi. Dengan kostum warna-warni dan ekspresi yang hidup, mereka membawakan tarian tradisional dengan kekompakan yang presisi, membuat para wali murid dan tamu undangan berdecak kagum.

Salah satu suguhan paling emosional adalah tari jaranan kreasi bertajuk Turonggo Karnaseta. Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan doa. “Karnaseta bermakna pendengaran yang suci. Harapannya, meski secara fisik tidak mendengar, hati mereka tetap mampu menghayati dan melahirkan karya,” ujar Ammy Aulia Renata, pelatih tari sekolah setempat.

Ammy menjelaskan, melatih siswa tunarungu membutuhkan pendekatan khusus. Proses persiapan memakan waktu sekitar satu bulan. Tantangan terbesarnya adalah menyelaraskan gerak tanpa mengandalkan audio. Strateginya, Ammy menerapkan metode segmentasi gerak yang bertahap dan berulang.

“Kami juga menggunakan pola tutor sebaya. Siswa yang lebih cepat menangkap gerakan akan membantu temannya. Jadi, komunikasi dan solidaritas mereka terbangun di situ,” tambahnya. Khusus untuk Turonggo Karnaseta, durasi dipangkas menjadi 4,5 menit dengan gerakan yang disesuaikan dengan daya tangkap tubuh siswa.

Selain jaranan, panggung Dies Natalis juga dimeriahkan oleh Tari Gugur Gunung yang dibawakan siswi kelas awal SD, Tari Gambyong oleh siswa SMP, hingga Tari Reog Kendang yang menjadi ikon Kabupaten Tulungagung.

Penampilan ini menjadi pesan kuat bagi publik: bahwa seni tidak melulu soal apa yang tertangkap telinga, tapi tentang apa yang mampu diekspresikan oleh jiwa. Di balik sunyi, para siswa SLB B Negeri Tulungagung ini justru berhasil “bersuara” lewat gerak yang penuh makna.

(Editor : Saldi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Tiga Minimarket Berjaringan Di Tulungagung Dibobol Maling 

Tiga Minimarket Berjaringan Di Tulungagung Dibobol Maling 

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .