Blitar, jurnalmataraman.com – Impian panjang Nenek Marsikem, warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, untuk menunaikan ibadah haji akhirnya akan segera terwujud. Di usianya yang menginjak 94 tahun, Marsikem tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari Kota Blitar dalam pemberangkatan tahun 2025 ini.
Marsikem pertama kali mendaftar haji pada tahun 2013 silam. Namun baru pada tahun ini namanya resmi masuk dalam daftar keberangkatan. Ia mengaku mulai menabung sejak puluhan tahun lalu dari hasil berdagang kelapa dan pisang, demi memenuhi rukun Islam kelima.
Didampingi anak pertamanya, Marsikem kini tengah mempersiapkan perlengkapan dan kondisi fisik menjelang keberangkatan. Meskipun memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru, semangatnya tak surut sedikit pun. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan oleh sang anak, Muryati, agar ibunda tercintanya tetap dalam kondisi prima saat menjalani ibadah di Tanah Suci.
“Saya senang dan sudah siap berangkat haji,” ujar Marsikem dengan penuh haru.
Sebanyak 140 calon jemaah haji asal Kota Blitar akan diberangkatkan tahun ini, dan Marsikem menjadi yang tertua di antara mereka. Ia dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 14 Mei mendatang bersama rombongan yang terdiri dari para jemaah dan empat orang pendamping.
Muryati, anak perempuan Marsikem, menyebut sang ibu telah lama menantikan momen ini. “Kami rutin cek kesehatan ibu sejak beberapa bulan terakhir. Semua perlengkapan juga sudah kami siapkan,” tuturnya.
Marsikem yang kini memiliki 9 cucu dan 10 cicit menjadi simbol keteguhan niat dan kesabaran dalam menjemput panggilan suci. Keberangkatannya bukan hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga menginspirasi masyarakat sekitar tentang arti tekad dan ketulusan dalam beribadah.
(editor : Trias M.A)



