Tulungagung, Jurnalmataraman.com – Umat Buddha Vihara Buddha Loka Tulungagung menggelar aksi kepedulian terhadap lingkungan melalui ritual keagamaan. Mereka memadati aliran Sungai Balong di Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung untuk menjalankan tradisi fangsheng atau pelepasliaran makhluk hidup ke alam bebas.
Aksi yang didominasi oleh anak-anak Sekolah Minggu Buddhis tersebut berlangsung khidmat. Berbagai jenis satwa air dilepasliarkan, mulai dari bibit ikan, ikan berukuran besar, hingga belut dengan jumlah mencapai ribuan ekor.
Pandita Vihara Buddha Loka Tulungagung Sugianto Gandikha menjelaskan, ritual ini merupakan simbol penebaran kebajikan kepada sesama makhluk ciptaan.
“Pelepasan makhluk dilakukan sebagai bentuk kebajikan, sekaligus harapan agar hewan yang dilepas dapat hidup bebas dan berkembang di alam,” kata Sugianto Gandikha.
Melalui tradisi fangsheng, umat Buddha meyakini dapat memperbanyak perbuatan baik serta memetik kebaikan berupa kesehatan, kekuatan, umur panjang, dan terbebas dari penderitaan hidup.
Tak hanya bernilai spiritual, ritual rutin ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Anak-anak diajak untuk menumbuhkan rasa welas asih serta kepedulian terhadap pelestarian ekosistem dan kebersihan lingkungan sekitar sejak dini. (Agus Bondan – Beny Setiawan)
(Editor : Trias / Fika)


