Blitar, jurnalmataraman.com – Harapan baik datang dari penanganan medis insiden ledakan petasan balon udara di Kabupaten Blitar. Dua korban anak-anak yang turut terdampak ledakan nahas tersebut kini dilaporkan dalam kondisi stabil dan terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Saat ini, kedua korban yang diidentifikasi bernama Arga Dwi Riski dan Dewa Saputra itu tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar. Keduanya dilarikan ke rumah sakit usai terkena ledakan petasan rakitan dari sebuah balon udara pada Rabu (27/5) pagi.
Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ulfa Azizatuddiyanah, memastikan bahwa kondisi kedua pasien anak tersebut berangsur membaik. Akibat insiden tersebut, Arga dan Dewa menderita luka bakar ringan yang mayoritas mengenai area wajah dan kedua tangan mereka. “Secara umum, kondisi kedua pasien saat ini terus membaik dan tanda-tanda vitalnya stabil. Kami terus melakukan pemantauan dan perawatan secara intensif,” jelas Ulfa Azizatuddiyanah, Kamis (28/5).
Sebagai langkah medis lanjutan, pihak rumah sakit telah menjadwalkan tindakan operasi pembersihan luka bakar (debridement) untuk kedua korban. Rencananya, operasi tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (29/5) mendatang. Selain pembersihan luka bakar di area wajah dan tangan, tim medis juga akan memberikan penanganan khusus bagi korban Dewa Saputra. Hal ini dikarenakan bagian daun telinganya turut terdampak dan mengalami luka akibat kerasnya efek ledakan petasan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi meledaknya petasan rakitan yang digantungkan pada ekor balon udara di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari ini sempat merenggut nyawa satu orang pemuda akibat luka yang sangat serius. Beruntung, kedua korban yang masih di bawah umur ini berhasil dievakuasi dengan cepat dan segera mendapatkan pertolongan medis yang memadai.
( Editor : Saldi / Firman )



