Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home BLITAR

Kompor Batik Elektrik Karya Pemuda Blitar Jadi Primadona Pembatik Nusantara

by Qithfirul Aziz
14 April 2025 | 11:53
Reading Time: 2 mins read
0
Kompor Batik Elektrik Karya Pemuda Blitar Jadi Primadona Pembatik Nusantara

Blitar, jurnalmataraman.com– Berawal dari sebuah gudang kecil di samping rumahnya, seorang pemuda asal Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini sukses mengembangkan bisnis pembuatan kompor batik elektrik yang digemari para pembatik dari berbagai daerah di Indonesia. Dialah Damang Panggih Priandana, pemuda berusia 33 tahun yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016.

Berbekal pengetahuan di bidang elektronika, Damang merancang sendiri kompor batik elektrik yang dibuat dari bahan dasar kayu triplek dan menggunakan elemen pemanas berbasis listrik. Meski sederhana, produk buatannya terbukti berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan industri batik skala kecil hingga besar.

Kompor batik buatan Damang kini telah merambah pasar di berbagai daerah seperti Solo, Kalimantan, dan Bangka Belitung. Dalam sebulan, penjualannya bisa mencapai 100 hingga 150 unit.

“Bahan baku kayu saya ambil dari penjual lokal di Blitar, sedangkan elemen pemanas saya pesan dari luar kota. Satu unit kompor bisa selesai kurang dari 15 menit,” ujarnya.

Untuk harga, Damang mematok harga grosir antara Rp92 ribu hingga Rp95 ribu per unit. Sementara untuk penjualan eceran, kompor batik elektrik ini dijual seharga Rp120 ribu.

Selain dipasarkan melalui media sosial dan jaringan toko di Solo, produk Damang juga kerap dibawa ibunya ke berbagai pameran kerajinan. Dari penjualan bulanan, ia mampu meraih omzet antara Rp9,5 juta hingga Rp10 juta.

Inovasi kompor batik elektrik ini tak hanya mendongkrak perekonomian Damang, tetapi juga menjadi alternatif modern bagi para pembatik yang selama ini masih bergantung pada kompor minyak tradisional. Dengan desain praktis dan ramah lingkungan, kompor buatannya kini menjadi primadona di kalangan perajin batik Nusantara.

(editor : Trias M.A)

Bagikan di Media Sosial
Tags: batik blitarbatik nusantaraberita blitarblitar infoblitar rayainfo blitar rayakompor elektrik batik lilin
ShareTweetShare
Next Post
Warga Candirejo  Mengeluh  Jalan  rusak Berat Akibat Truk Pasir

Warga Candirejo  Mengeluh  Jalan  rusak Berat Akibat Truk Pasir

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .