Blitar, jurnalmataraman.com – Suasana duka masih menyelimuti kediaman Sugeng Widodo di Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar setelah kabar meninggalnya sang istri Sri Wahyuni dalam insiden kebakaran di Hong Kong, Sejak pagi pelayat terus berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ditemui di rumah duka Sugeng mengungkapkan bahwa dua jam sebelum kebakaran terjadi ia masih sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui panggilan video, Percakapan tersebut menjadi momen terakhir sebelum Sri Wahyuni terjebak dalam musibah yang merenggut nyawanya “Kami masih sempat berbicara lewat video call Tidak terpikirkan sama sekali bahwa itu akan menjadi percakapan terakhir kami” tuturnya dengan suara lirih.
Sri Wahyuni diketahui bekerja sebagai perawat lanjut usia di apartemen Wang Fuk Court lantai empat milik majikannya, Diduga ia enggan meninggalkan gedung ketika kebakaran mulai terjadi karena sang majikan masih berada di dalam ruangan dan membutuhkan bantuan Keputusan itu justru membawa Sri Wahyuni ikut terjebak dalam kobaran api bersama majikannya.

Perempuan asal Blitar itu telah bekerja di Hong Kong selama 21 bulan Rencananya, ia akan pulang tahun depan untuk menemani sang anak yang hendak melangsungkan pernikahan Namun takdir berkata lain, Sri Wahyuni justru berpulang lebih cepat dalam situasi tragis yang tak disangka-sangka.
Keluarga kini menanti pemulangan jenazah ke Blitar untuk segera dimakamkan Sementara itu, sejumlah kerabat dan tetangga terus berdatangan untuk memberikan belasungkawa dan menguatkan keluarga yang tengah berduka.
(Editor : Kaila & Wahyu Adi)

